-->

Thursday, November 05, 2015

Mengenal Penyakit Kanker Payudara


Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling ditakuti oleh seluruh wanita di dunia, kanker yang umumnya diderita oleh wanita yang cukup mematikan. Faktanya, kanker payudara ini tidak hanya menyerang wanita, melainkan kanker ini juga menyerang para pria, setidaknya ditemukan 1 dari 100 kasus yang terjadi.


Kasus baru yang  dan kematian yang disebabkan oleh kanker payudara di amerika serikat pada tahun 2014 diperkirakan mencapai lebih dari 200,000 penderita berikut detilnya :
  • Kasus baru: 232.670 (perempuan); 2360 (Pria)
  • Kematian: 40.000 (perempuan); 430 (laki-laki)
Mengetahui kanker payudara sangatlah penting bagi Anda, mulai dari penyebab, ciri-ciri dan tanda, makanan, dan pengobatan medis ataupun herbal yang dapat Anda gunakan sebagai pencegahan atau sebagai solusi bagi Anda.

A. Kisah Singkat Kanker Payudara

Tidak mudah bagi seorang Anne Heryer (breast cancer survivor, Pulse Magazine,2013) menerima vonis dirinya terkena kanker payudara untuk kedua kali dalam hidupnya. Heryer melakukan kemoterapi dan terapi ini hanya menyiksa dirinya. Hal yang sama juga dirasakan oleh Abbey (breastcancercampaign.org), sejak divonis menderita kanker September 2012 dia merasa putus asa, lalu akhirnya melakukan berbagai pengobatan untuk menyembuhkan penyakitnya. Saat ini Abbey aktif mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan gerakan lari maraton bagi penderita kanker. Abbey percaya, olahraga lari dan jalan kaki setiap hari dapat membunuh sel kanker yang bersarang dalam tubuhnya.


B. Penyebab Kanker Payudara


Pengalaman menderita penyakit mematikan kanker payudara Heryer dan Abbey layaknya peringatan kembali bagi perempuan di seluruh dunia. Saat ini di London jumlah penderita kanker yang didiagnosa bertambah 50.000 jiwa setiap tahunnya, jumlah perempuan yang meninggal rata-rata 12.000 setiap tahun dan 80% perempuan yang didiagnosa kanker payudar diprediksi hanya mampu bertahan hidup selama lima tahun.
Bagaimana dengan jumlah penderita kanker di Indonesia? dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia 2008, kasus jumlah penderita kanker payudara sebanyak 5.207 kasus, tiga tahun sebelumnya sebesar 7.850 kasus. Data ini merupakan data penderita yang melakukan diagnosis saja, sedangkan penderita yang tidak melakukan diagnosis, jumlahnya diprediksi lebih banyak menggenapi jumlah penderita yang melakukan diagnosis.
Penyebab kanker payudara bisa bermacam-macam, namun yang paling sering terjadi disebabkan karena pola makan maupun gaya hidup. Berdasarkan penelitian kanker payudara yang dilakukan selama ini menyebutkan faktor dominan penyebab kanker payudara, seperti:
  1. Usia : jumlah penderita kanker payudara tertinggi berada di rentang usia 40-60.
  2. Gen : terdapat dua gen yang menyebabkan resiko terkena kanker payudara yaitu  BRCA1 dan BRCA2, kedua gen ini sangat berpotensi terkena kanker payudara. Laporan dari Harvard Scool of Public Health menyatakan terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement.
  3. Faktor personal: gejala kanker payudara juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 12 tahun atau menjelang menopause yakni setelah usia 55 tahun.
Penyebab lain seseorang terkena resiko kanker payudara adalah kegemukan, konsumsi berbagai jenis pil, minum alkohol dan tidak menyusui. Selain faktor makanan dan gaya hidup, faktor lain yang perlu diwaspadai adalah faktor genetik. Seorang wanita yang mempunyai riwayat kanker dalam keluarganya, seperti ibu kandung, sebaiknya waspada juga pada dirinya terkena resiko kanker payudara.
Dilansir pada wikimedia, faktor genetik yang dimaksud adalah suatu proses mutasi beberapa gen yang berperan dalam pembentukan sel kanker payudara yang bersifat onkogen. Faktor genetik ini yang diturunkan orang tua penderita kanker payudara pada anaknya.


C. Jenis Kanker Payudara

Jenis kanker payudara bermacam-macam, ada yang dapat disembuhkan juga beberapa diantaranya termasuk jenis kanker yang sangat berbahaya. Kanker payudara jenis Inviltrating Duktal Karsoma misalnya, jenis kanker ini dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain. Kanker payudara jenis Inviltarting Duktal Karsoma  ini dikenal dengan dengan nama Invasif. Seperti yang dialami Abbey (aktivis gerakan sehat penderitan kanker payudara) kanker payudara yang dialaminya menyerang organ tubuh lainnya seperti: otak, liver, limfa, dan kerongkongan. Berikut jenis kanker payudara yang dapat menyerang siapa saja:
1. Duktal Karsinoma In Situ (DCIS)
Secara ilmiah, kanker payudara jenis Duktal Karsinoma adalah sel-sel kanker yang berada di dalam duktus dan belum menyebar ke jaringan sekitar payudara.
2. Lobular Karsinoma In Situ (LCIS)
Lobular Karsinoma digolongkan sebagai kanker payudara non invasif, tetapi wanita yang terdiagnosis terkena Lobular Karsinoma disarankan untuk melakukan mamografi secara rutin.
3. Invasif atau Infiltrating Duktal Karsinoma (IDC)
Kanker invasif Duktal Karsinoma adalah dampak lanjut dari Duktal Karsinoma, karena sel-sel kanker yang terdapat dalam Duktal akhirnya keluar dan menyebar di sekitar jaringan lemak payudara. Kanker payudara jenis invasif ini lalu menyebar ke sistem getah bening dan aliran darah.
4. Invasif atau Infiltrating Lobular Karsinoma (ILC)
Sama seperti Lobulus, kanker Infiltrating Lobular Karsinoma dapat menyebar atau bermetastatis ke bagian tubuh lainnya.
5. Kanker Payudara Terinflamasi (IBC)
Kanker payudara terinflamasi jenis IBC ini sulit dideteksi karena untuk mengenali gejalanya tidak melalui pengecekan benjolan pada payudara. Salah satu deteksi dini yang dapat dilakukan untuk mengenali kanker payudara jenis IBC adalah kulit payudara menjadi tebal dan memerah serta terasa hangat.


D. Efek yang Ditimbulkan

Efek langsung yang disebabkan oleh kanker payudara dapat melemahkan fisik penderita dan terjadi perubahan fisik pada tubuh. Salah satunya adalah rambut rontok dan percepatan menopause. Rambut rontok ini disebabkan karena  kemoterapi, selain rambut rontok kemoterapi juga membuat tubuh penderita sering mengalami kesakitan. Berikut ini efek kanker payudara sebelum dan sesudah pengobatan/terapi:
  1. Menopause Symptoms. Terapi kanker payudara dapat mempercepat menopause khususnya pada wanita produktif/muda. Menopause ini menyebabkan panas pada tubuh, berkeringat dan jantung berdebar-debar (berdenyut sangat cepat).
  2. Rambut tumbuh kembali setelah rontok (Kemoterapi). Rambut akan tumbuh kembali paska kemoterapi, namun saat rambut mulai tumbuh, ada perbedaan tekstur rambut sebelum kemoterapi dan setelah kemoterapi. Misalnya, kulit kepala menjadi kering, agak sensitif dan bersisik. Pada beberapa kasus yang dilansir breastcancercare menyebutkan pada beberapa kasus, rambut penderita kanker bisa tumbuh sama seperti sebelum kemoterapi namun umumnya tidak begitu banyak bahkan ada kasus yang merubah secara permanen rambut penderita kanker.
  3. Kesakitan. Terapi yang dilakukan setelah terapi dapat menyebabkan sakit pada bagian tubuh atau syaraf. Beberapa penderita dapat mengontrol sakit di tubuhnya namun hal ini akan menjadi sulit apabila kesakitan tersebut berlangsung setiap hari.
  4. Kelelahan dan sulit tidur. Kelelahan setelah melakukan terapi/pengobatan kanker payudara bukan kelelahan tubuh biasa. Kelelahan yang dirasakan penderita kanker tidak dapat dituntaskan dengan istirahat dan tidur yang cukup saja. Biasanya kelelahan dan sulit tidur ini terjadi selama berminggu-minggu pasca perawatan. Buruknya adalah karena penderita mengalami susah tidur sehingga penderita kanker menjadi stres.
  5. Lymphoedema. Lymphoedema adalah pembengkakan yang terdapat pada lengan, tangan atau pada area payudara dan menyusahkan penderita kanker. Lymphoedema biasanya terjadi setelah melakukan radioterapi atau bahkan setelah beberapa bulan paska perawatan kanker payudara.
  6. Osteoporosis. Resiko Osteoporosis akan datang lebih cepat setelah melakukan perawatan/penyembuhan kanker payudara. Resiko ini meningkat setelah perawatan dilakukan kanker.
  7. Berpengaruh pada kesuburan dan kehamilan. Beberapa kasus yang terjadi paska perawatan/penyembuhan kanker payudara adalah sulit hamil, dan dampak seriusnya dapat terjadi secara temporer dan permanen. Khusus untuk perempuan yang ingin mengetahui pengaruh treatment kanker payudara pada kesuburannya adalah dengan melakukan pengecekan dan konsultasi dengan dokter spesialis.
Dokter spesialis akan menanyakan tentang riwayat kehamilan (berapa kali), disamping juga memberikan informasi kemungkinan terjadinya menopause. Tes darah yang dilakukan  untuk mengukur jumlah hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hasilnya akan menunjukkan apakah wanita memiliki gejala menopause.


E. Biaya yang Dikeluarkan Untuk Operasi dan Perawatan

Perhitungan biaya pengobatan sebelum operasi, saat operasi hingga setelah operasi perlu diperhitungkan. Kalkulasi pengeluaran ini penting dilakukan untuk memaksimalkan biaya pengobatan yang tepat sasaran dan berdaya guna bagi kesembuhan penderitan kanker payudara. Seorang wanita yang telah berkeluarga misalnya dapat bekerja sama dengan suami untuk memikirkan jalan keluar biaya pengobatan tersebut atau melibatkan keluarga besar.
Misalnya melakukan pembagian pos-pos pembayaran/bantuan keuangan dari uang pribadi dan keluarga. Contohnya, untuk biaya pengobatan sebelum operasi dan pelaksanaan operasi dapat menggunakan dana pribadi lebih dulu, setelah operasi/perawatan menggunakan dana bantuan keluarga. Peran suami dan keluarga sangat penting dalam mendukung proses penyembuhan penderita kanker payudara.
Penderita kanker juga disarankan melakukan pengumpulan data terlebih dahulu sebelum melakukan operasi. Data yang dikumpulkan seperti Rumah Sakit rujukan dan dokter yang akan menangani penyakit Anda. Mengobati kanker payudara tidak sama dengan pengobatan penyakit lain yang bisa datang dan pergi setelah operasi.
Proses penyembuhan kanker payudara adalah proses jangka panjang yang melalui tiga tahapan (pra-operasi-paska operasi) sehingga membutuhkan dokter yang berkompeten dalam menangani penyakit Anda. Proses panjang yang dilalui penderita kanker ini mengharuskan seseorang untuk mencari informasi besaran biaya pengobatan.
Sebelum mencari dana untuk biaya pengobatan kanker payudara yang tentu saja akan menguras tabungan Anda, sebaiknya melakukan manajemen pengeluaran biaya pengobatan sebagai berikut:
  1. Biaya kunjugan ke Dokter. Pasien perlu menghitung biaya konsultasi ke dokter spesialis, misalnya jadwal konsultasi dilakukan 3 kali dalam sebulan/biaya setiap konsultasi.
  2. Tes laboratorium. Tes laboratorium ini berupa biaya pengambilan sampel darah untuk pengecekan penyakit pasien.
  3. Biaya prosedur (sewa ruang perawatan dan diagnosis). Biaya diagnosis ini adalah serangkaian dengan biaya tes darah laboratorium dan biasanya akan membutuhkan ruang inap selama beberapa hari.
  4. Imaging test berupa x-rays dan CT-scans. CT-scan penting dilakukan oleh pasien sebagai bukti rekam medik penyakit yang ada dalam tubuh pasien.
  5. Perawatan dengan Radiasi (Radiation Treatments).
  6. Biaya pembelian obat. Pembelian obat-obatan akan memakan banyak biaya, karena obat-obatan ini berfungsi mencegah penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh. Dana khusus untuk pembelian obat perlu direncanakan dan disiapkan secara khusus.
  7. Jenis Rumah Sakit. Jenis dan kredibiltas pelayanan rumah sakit perlu dipertimbakan pasien agar pengobatan yang dilakukan lebih efektif dan efisien.
  8. Perawatan di rumah. Perawatan di rumah biasanya dilakukan paska operasi, biaya yang diperhitungkan adalah sewa perawat untuk pasien. Perawat yang bertugas harus atas rujukan rumah sakit dan bertanggung jawab langsung dengan dokter yang menangani pasien.

F. Jenis-Jenis Operasi Kanker Payudara

Setelah melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter, akan dijelaskan tipe kanker payudara pasien, dan penanganan apa yang akan dilakukan. Oleh karena itu yang perlu diketahui pasien adalah jenis kanker payudara yang dialami dan jenis operasi yang dilakukan sesuai penyakit pasien. Berikut jenis-jenis operasi kanker payudara yang dapat jadi referensi pasien:
  1. Operasi Konservasi Payudara. Pada tahap ini dilakukan pembedahan dan sebagian dari payudara akan diangkat, besar bagian yang diangkat tergantung pada ukuran dan tempat tumor tumbuh. Pada operasi konservasi payudara dikenal dua jenis operasi yakni Lumpektomi dan Mastektomi. Lumpektomi yaitu operasi pengangkatan benjolan dan beberapa jaringan normal di sekitarnya. Sedangkan Mastektomi adalah pembedahan yang menghapus lebih banyak jaringan kanker pada payudara, tidak sebanyak operasi Lumpektomi.
  2. Mastektomi Total atau sederhana. Pada operasi ini dokter akan melakukan pengangkatan payudara secara keseluruhan tetapi tidak mengangkat kelenjar getah bening.
  3. Mastektomi radikal. Operasi ini akan menghilangkan seluruh payudara, kelenjar getah bening di bawah ketiak dan otot dinding pada bagian bawah payudara.
  4. Mastektomi radikal termodifikasi. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat seluruh payudara serta beberapa kelenjar getah bening di bawah ketiak.

G. Penting Untuk Diketahui

Penderita yang terdiagnosis kanker payudara harus segera memberitahukan keluarga terdekat agar tindakan pencegahan maupun pengadaan dana segera dilakukan. Banyak penderita kanker payudara menyembunyikan penyakit kanker payudara dari keluarga karena malu, dan masih terkekang adat untuk membicarakan penyakit yang menyerang organ vital. Sebab itu, dengan mengetahui risiko kanker sejak dini akan memberi peluang hidup lebih besar bagi pasien.


H. Treatment Kanker Payudara

Upaya yang perlu dilakukan penderita kanker payudara adalah sebagai berikut:

1. Jadikan olahraga sebagai gaya hidup

Sangat penting bagi penderita kanker untuk tetap rutin melakukan olahraga seperti lari, jalan kaki dan fitnes. Olahraga setiap hari akan menyehatkan tubuh pasien dan menghilangkan stres karena memikirkan penyakit.
Secara umum wanita yang tidak mengalami penyakit mematikan ini disarankan juga untuk tetap berolah raga. Olahraga sederhana seperti jalan kaki dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara. Total waktu yang dihabiskan dalam sehari untuk berolah raga sebanyak 2 ½ jam setiap hari dan berjalan kaki sebanyak 30 menit setiap hari.

2. Makan makanan sehat

Sebaiknya setiap orang yang menyadari pentingnya hidup sehat tidak terkecuali bagi penderita kanker saja untuk merencanakan menu sehat setiap hari. Hindari tidak terlalu sering makan makanan berlemak, gorengan karena makanan ini menyimpan lemak jenuh yang menyebabkan obesitas serta pemicu kanker.
Jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan cepat saji, tapi usahakan mengkonsumsi makanan yang diolah sendiri melalui proses masak maksimal. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan mengganti snack dengan cemilan sehat seperti outmeal gandum.

3. Be Breast Aware

Mencegah atau deteksi dini perlu dilakukan setiap wanita, apalagi jika dalam keluarga memiliki riwayat penderita kanker, risikonya akan lebih besar. Selain itu wanita juga perlu lebih terbuka pemikirannya terhadap peluang terjadinya kanker payudara, karena asumsinya setiap perempuan memiliki risiko terkena kanker payudara.
Sebaiknya sering mengunduh berbagai macam hasil riset terakhir tentang kanker payudara, informasi terbaru soal penemuan pencegahan kanker agar kita dapat melakukan pencegahan dini terhadap kanker.

4. Mengumpulkan Informasi Bantuan Keuangan Kanker

Masalah biaya pengobatan kanker menjadi momok selain dampak dari kanker itu sendiri. Saat ini pasien harus aktif melakukan pencarian di situs terkait lembaga keuangan yang mengurusi masalah finansial pasien kanker.
Banyak negara dan organisasi nasional/internasional menyediakan infomasi finansial dan keuangan. Lembaga ini akan mengarahkan pasien memperoleh informasi khususnya keuangan dan finansial.


I. Pesan Untuk Semua Penderita Kanker Payudara

Langkah terbaik melakukan pencegahan kanker adalah dengan memulai pola hidup sehat serta menjaga bahkan merekonstruksi kembali pola makan Anda. Tidak ada yang tahu banyak soal tubuh kita selain diri kita sendiri. Jika kemampuan ekonomi dihabiskan hanya untuk mengkonsumsi makanan tidak sehat, berarti Anda belum benar-benar kaya dan cerdas.


Semoga Bermanfaat.


EmoticonEmoticon